Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

Jenis Karya Kerasulan Provinsi SVD Ende 

1.       Pastoral Parokial. 

Dalam tujuh dioses di mana kita berada ada 50 sama saudara yang bekerja di 29 paroki dengan rincian sebagai berikut: Keuskupan Agung Ende 9 paroki, Keuskupan Maumere 5 paroki, Keuskupan Larantuka 6 paroki, Keuskupan Amboina 2 paroki, Keuskupan Manokwari-Sorong 4 paroki, dan Keuskupan Jayapura 3 paroki. Dari para pastor di paroki-paroki ini, ada lima konfrater senior yang sudah harus pensiun dan perlu dicari gantinya sebagai pastor paroki. Di Keuskupan Merauke P. Bernard Boli Ujan dikontrak oleh Uskup selama 3 tahun untuk berkarya di Puspas bagian Komisi Liturgi, sambil menjadi Direktur  Rumah Bina dan mengajar di Sekolah Tinggi. Uskup Merauke kini meminta SVD Provinsi Ende secara resmi untuk berkarya di paroki Nasem. Jawaban "YA" atas permintaan Uskup Merauke tersebut telah diputuskan dalam Kapitel Provinsi SVD XXI di Ledalero, tanggal 20-25 Pebruari 2012. Yang menjadi pertanyaan reflektif untuk kita ialah apa sumbangan khas pastoral missioner yang bisa kita berikan untuk umat di paroki-paroki tempat SVD berkarya?

 

2.      Sekolah dan Pendidikan

Yayasan Persekolah St. Paulus (YASSPA) membawahi tiga lembaga pendidikan penting di provinsi kita, yaitu STFK Ledalero, SMAK Syuradikara dan SMK Bina Karya. STFK Ledalero saat ini mempunyai  38 dosen dan 735 mahasiswa dengan rincian 666 mahasiswa untuk S1 dan 69 untuk S2. Sejak berdirinya Seminari Tinggi Ledalero 75 tahun lalu sampai dengan pengembangan STFK dewasa ini lembaga pendidikan ini telah menghasilkan ribuan alumni awam, 1536 imam dan 17 uskup. Mahasiswa yang belajar di STFK Ledalero adalah para frater SVD, Diosesan, Karmel, Scalabrinian, Rogationis, Vocationis, Kamilian, mahasiswa awam dan beberapa suster. SMAK Syuradikara mempunyai 61 guru dan 786 siswa-siswi. Sejak awal berdirinya tahun 1953 Syuradikara merupakan salah satu SMA terbaik di NTT dan telah menghasilkan ribuan alumni yang kini berkiprah di seluruh tanah air. SMK Bina Karya sebagai sekolah kejuruan mempunyai 35 guru dan instruktur dan 400 siswa-siswi. Laporan yang lebih rinci akan diberi oleh Ketua YASSPA. Pertanyaan reflektif untuk sekolah-sekolah kita ialah sejauh mana lembaga pendidikan kita tidak hanya memberi pengetahuan intelektual, tetapi juga pendidikan nilai-nilai Kristiani dan pengembangan kepribadian3. Pers,

 

3.      Penerbitan dan Komunikasi

Dalam bidang pers untuk umum kita mempunyai Harian Flores Pos dan Majalah Kunang-Kunang untuk anak-anak. Sesudah mengalami kemacetan selama dua bulan Flores Pos dibenahi kembali dengan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Perusahaan baru sehingga kini bisa terbit kembali dengan prospek pengembangan yang lebih baik. Sementara itu Penerbit Nusa Indah dan Penerbit Ledalero terus berjalan di tengah pertarungan antara cita-cita kerasulan serta pengembangan ilmu pengetahuan di satu pihak dan persaingan pasar yang ketat di pihak lain.

 

4.      JPIC: Perjuangan untuk Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan 

Sebetulnya JPIC adalah salah satu matra SVD, yang berarti bahwa perjuangan untuk keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan bukanlah kerasulan khusus yang dijalankan hanya oleh sekelompok spesialis  melainkan ciri khas yang harus menandai karya misioner kita di mana pun. Biarpun demikian izinkan saya juga menyebutnya sebagai kerasulan kategorial karena sejumlah konfrater sangat aktif melibatkan diri dalam pembelaan hak-hak asasi manusia, menentang human trafficking terutama dalam kerja sama dengan Truk-F Divisi Perempuan, berjuang menentang korupsi di daerah dan mempublikasikan hal itu antara lain di Flores Pos, melindungi keutuhan ciptaan melawan eksploitasi alam yang kurang bertanggungjawab.

5.      Kerasulan Untuk Kaum Muda

Dua sekolah kita yaitu Syuradikara dan Bina Karya masing-masing mempunyai asrama untuk siswa-siswi. Melalui rumah retret Kemah Tabor Mataloko dan Boanio sejumlah konfrater kita memberikan retret dan pembinaan rohani untuk kaum muda. Sementara itu sejak kapitel provinsi yang lalu kita menyadari bahwa banyak sekali mahasiswa dan pelajar di kota-kota yang kurang sekali mendapat perhatian pastoral missioner kita. Karena itu dalam Musyawarah Provinsi 2010 satu tim khusus dibentuk dengan tugas merancang satu program pastoral asrama dan sekolah. Tetapi tim ini belum memberikan hasil konkret sampai sekarang. Di Ende, misalnya, Universitas Flores mempunyai 10.000 mahasiswa, 7000 ribu dari mereka Katolik. Ini lahan untuk karya kerasulan yang luar biasa. Pimpinan provinsi sudah berbicara dengan Uskup Agung Ende dan beliau sangat mendukung kalau kita secara serius mengusahakan Campus Ministry. Pertemuan dengan Yayasaan Pengelola UNFLOR dan Pimpinan Universitas sedang diupayakan.