Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

P. ANDREAS MUA, SVD: TUHAN SETIA DALAM SEMUA SABDA-NYA

July 13, 2014

 

Pater Andreas Mua, SVD, yang biasa dikenal dengan panggilan P. Ande, adalah anak dari Bapa Yosef Hulut dan Mama Anna Hiba, dilahirkan di Lerek pada hari Rabu, 9 Juni 1948 sebagai anak ke-6 dari 7 bersaudara, 4 putra dan 3 putri. Dalam usia 8 tahun, pada tahun 1956 ia masuk Sekolah Rakyat Katolik (SRK) yang ditamatkannya pada tahun 1962. Karena mau menjadi imam, setamat SRK ia masuk Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, di mana ia menyelesaikan SMP pada tahun 1965, dan SMA pada tahun 1968.

Setelah menjalani satu tahun tambahan pendidikan di Seminari, yang dikenal dengan sebutan kelas VII, pada tahun 1969 ia diterima masuk SVD, dan menjalani masa novisiatnya di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Pada tanggal 8 Januari ia mengikrarkan kaul-kaul kebiaraannya untuk pertama kali. Ia pun melanjutkan studi filsafat yang telah ia mulai sejak novisiat tahun kedua, dan berhasil meraih gelar Sarjana Muda (B.A.) Filsafat setelah mengikuti ujian negara pada pada akhir tahun 1973.

Sejak permulaan tahun 1974 sampai dengan akhir 1975 P. Ande menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama dua tahun di Niki-niki, Timor sebagai bagian dari program pendidikan dan pembinaan calon imam. Pada akhir tahun 1975 P. Ande kembali ke Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero untuk memulai studi Teologi, dan melanjutkan pendidikan dan pembinaan sebagai seorang calon imam.

Perjalanan P. Ande meraih cita-citanya untuk menjadi seorang imam dan misionaris SVD makin mantap ketika ia mengikrarkan kaul kekalnya di Ledalero pada 8 Januari 1979, menyusul tahbisan diakon pada tanggal 4 Februari 1979. Akhirnya, pada tanggal 1 Juli 1979 bertempat di Gereja Hati Amat Kudus Yesus, Lerek ia ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Darius Nggawa, SVD dengan motto yang diambil dari Mzr 145:13b; “Tuhan Setia dalam Semua SabdaNya”.

 
Formator Pengembara

Menurut keputusan awal dari Pater Superior General dan Dewannya, P. Ande sebenarnya mendapatkan penempatan pertama untuk Provinsi SVD Ruteng. Namun karena adanya lowongan di Novisiat Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero akibat perpindahan P. Sylwester Pajak ke Provinsi SVD Jawa untuk menjadi Magister Novis di Batu, dan keberangkatan P. Sebastianus Fernandes, Socius Magister ke Austria untuk memulai studinya, maka dalam pertemuan antara Pater Superior General Heinrich Heekeren, Wakil Superior General, Almiro Werle, dan Visitator General Erasio Flores bersama para provinsial SVD Indonesia di Ledalero, dari tanggal 9 – 14 Oktober 1979, P. Ande dipindahkan dari Provinsi SVD Ruteng ke Provinsi SVD Ende,dan ditunjuk sebagai socius Magister Novisiat SVD di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero. Dengan adanya perubahan penempatan pertama tersebut, P. Ande mengawali hidup imamatnya sebagai seorang formator, tugas yang hampir mengisi seluruh perjalanan hidup imamatnya.

Tugas sebagai Socius Magister yang sebenarnya sudah cukup menyita waktu dan perhatiannya masih ditambah lagi dengan satu tugas baru. Sejak tanggal 1 Januari 1981 ia dipercayakan oleh Pater Rektor Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero untuk menangani Paroki Wairpelit, menggantikan P. Ozias Fernandes, SVD. Tugas pelayanan di paroki Wairpelit pada hari Sabtu dan Minggu ia jalani sebagai satu selingan menarik di tengah rutinitas hidup di Novisiat.

Atas anjuran dari Pater Provinsial SVD Ende, pada tanggal 4 Juni 1982 Pater Superior General memberikan persetujuan bagi P. Ande untuk belajar bidang Spiritualitas di Roma. Studi lanjut ini ia selesaikan pada waktunya, dan langsung setelah itu ia diberi kesempatan untuk mendalami bidang yang sama di Instite for Religious Formation di St. Louis University, Amerika Serikat. Ketika tengah menjalani studinya di tempat tersebut, pada tanggal 27 Desember 1984 ia ditunjuk oleh Superior General untuk menjadi Magister novis di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero. Berbekal pengetahuan dan pengalaman di Roma dan Amerika Serikat, P. Ande kembali ke Flores dan memulai tugasnya sebagai Magister Novis di Ledalero.

Pada tahun 1987 Novisiat SVD Nenuk dibuka, mula-mula hanya untuk masa novisiat tahun pertama saja, dan tahun kedua dilanjutkan di Ledalero untuk para frater dan di Biara St. Kondradus Ende untuk para bruder. Lewat surat tertanggal 24 Juli 1987 Pater Superior General menunjuk P.Ande sebagai Magister  Novis di Nenuk. Dengan penunjukkan tersebut, Pater Ande berpindah dari Provinsi SVD Ende ke Provinsi SVD Timor, di mana ia menjabat sebagai Magister selama dua periode (1987-1990; 1990-1993).

Karena kebutuhan tenaga Pembina di Montreal, Canada, maka menjelang akhir masa jabatannya yang kedua sebagai Magister Novis di Nenuk, P. Ande ditawari untuk berpindah ke Provinsi SVD Chicago untuk menjadi prefek para frater di Montrial, Canada. Mempertimbangkan bahwa tenaganya dibutuhkan, dan kemungkinan frater dari Indonesia akan dikirim juga ke Canada, P. Ande menyatakan kesediaannya, meskipun untuk itu ia dituntut untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sama sekali baru, belajar bahasa yang baru, bahasa Prancis. Dengan demikian, pada tanggal 8 Mei 1992, P. Ande dipindahkan oleh Pater Superior General dari Provinsi SVD Timor ke Provinsi SVD Chicago. Pater Ande pun mempersiapkan diri untuk berangkat ke Canada. Karena proses masuk ke Canada agak bebelit, ia harus menunggu dua tahun untuk mendapat visa, dan baru pada tanggal 9 September 1994 ia tiba di Montreal, dan memulai tugasnya sebagai Prefek bagi empat orang frater.

Sementara itu Pimpinan Provinsi SVD Chicago merasa perlu membuat evaluasi atas status Rumah Formasi Montreal. Tim evaluasi menyimpulkan bahwa program pendidikan di Montreal perlu direvisi, dan untuk itu P. Ande diminta untuk menyusun rancangan revisi yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan para formator di Chocago sebelum diserahkan kepada Pimpinan Provinsi Chicago. Proses evaluasi tersebut berakhir pada saat berlangsung visitasi General ke Provinsi SVD Chicago dalam bulan Februari – Maret 1997 dengan keputusan untuk menutup Rumah Formasi di Montreal, Canada. Dengan demikian rencana pengiriman dua Frater dari Ledalero (Fr. Syrianus Poto Sola, SVD dan Fr. Vitus Modestus Hari, SVD) dibatalkan.

Merasa bahwa kehadirannya di Indonesia lebih berguna daripada tinggal di Canada, P. Ande meminta untuk kembali ke Indonesia. Karena itu pada tanggal 2 Juni 1998 Pater Superior General memindahkan P. Ande kembali ke Provinsi SVD Ende. Berdasarkan SK Provinsial tanggal 25 November 1998 ia ditunjuk sebagai pembimbing rohani bagi para frater di Ledalero. Di samping itu ia membantu pada Lembaga Pendidikan Berlanjut Arnold janssen (LPBAJ), dan kemudian menggantikan P. Georg Kirchberger, SVD sebagai Direktur LPBAJ pada tahun 1999 berdasarkan SK Provinsial tertanggal 22 Juli 1999.

Pada tahun yang sama muncul permintaan tenaga formasi dari Regio SVD Madagascar yang mau memulai lembaga formasi untuk pendidikan dan pembentukan para calon SVD di Madagascar. Dalam korespondesnsi antara Generalat dan Regional Madagascar, nama P. Ande disebut karena paling kurang ia sudah belajar bahasa Prancis, dan tentu tidak sulit baginya untuk belajar bahasa dan budaya Malagasy. Namun Provinsi SVD Ende merasa keberatan karena sudah mempercayakan P. Ande tugas yang cukup penting, yaitu sebagai pembimbing rohani bagi para frater. Pada akhirnya disepakati bahwa P. Ande bekerja dulu selama tiga tahun di Provinsi Ende, dan jika masih dibutuhkan tenaganya, maka Regio Madagascar boleh mengajukan lagi permohonan sesudah tiga tahun. Ternyata pada tahun 2000 datang lagi tawaran yang sama dari Madagascar. Namun, ketika itu Pater Ande sendiri merasa bahwa dalam usianya yang semakin bertambah akan sulit baginya untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan budaya baru. Ia sudah merasa senang dengan apa yang dapat ia kerjakan, yaitu membantu para frater dengan bimbingan rohani, di samping menjadi pembimbing retret bagi para rohaniwan-rohaniwati.

Pada tanggal 27 Oktober 2007 P. Ande dibebaskan dari jabatannya sebagai Direktur LPBAJ, tetapi tetap menjadi salah satu staf lembaga tersebut. Ia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai pembimbing rohani bagi para frater, dan pembimbing retret bagi kelompok-kelompok rohaniwan-rohaniwati. Dalam tahun 2010 ia menjadi utusan dari Provinsi SVD Ende untuk mengikuti workshop pembimbing retret selama 30 hari di Steyl, Belanda dari tanggal 13 Februari sampai dengan 28 Maret 2010. Apa yang dipelajari di Belanda langsung dipraktikkan. Dalam sebuah tim pemberi retret bersama para suster SSpS, beliau rutin mendampingi para frater SVD yang berkaul kekal tiga tahun terakhir ini.

Di tengah berbagai kesibukannya, pada tahun 2010 beliau menerbitkan sebuah Memoar untuk mengenang P. Nicholas Strawn, SVD, seorang misionaris yang lama bekerja di Lembata.

Riwayat Sakit

Sejak bulan Juli 2011 P. Ande mulai merasakan gejala sakit. Rencana untuk memeriksakan kesehatan baru bisa dibuat pada bulan September usai ia mendampingi sekelompok frater untuk retret persiapan kaul kekal selama sebulan. Berdasarkan anjuran dari Pater Rektor Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, beliau menjalankan pemeriksaan di RKZ Surabaya. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa beliau mengidap diabetes (sakit gula). Namun, menurut penilaian dokter, kadar gulanya relatif normal.

Sejak mengetahui sakitnya, P. Ande menjalani diet yang relatif ketat. Ia sendiri sangat disiplin menjaga menu makannya untuk menjamin agar gulanya tetap normal. Namun, diet ini membuat bobot tubuhnya berangsur menurun selama tahun 2012. Pada Desember 2013, ia sekali lagi melakukan kontrol kesehatan di RKZ Surabaya dengan hasil yang tidak banyak berubah. Saat kembali ke Ledalero, ia mulai merasakan dampak dari penyakit yang menggerogotinya. Karena merasa tubuhnya semakin lemah, ia sendiri meminta izin kepada Pater Rektor Ledalero untuk lebih banyak beristirahat demi menjaga kesehatannya.

Namun, di tengah kemerosotan fisiknya, P. Ande sebagaimana biasa, masih setia melayani umat di Rotat, Natawulu, Dotat (Ronaldo), Solot dan Riit. Ia setia memberikan retret bagi para biarawan-biarawati di Maumere, mendampingi sama saudara yang mengalami kesulitan pribadi, dan membantu tarekat-tarekat yang hendak memulai apostolatnya di Keuskupan Maumere.

Pada bulan Januari 2014 beliau sempat berlibur ke Lembata. Itulah liburannya yang terakhir ke kampung halamannya. Karena jatuh sakit lagi, sekembali dari Lembata dia berangkat ke Jakarta untuk melakukan check up di RS St. Carolus Boromeus Jakarta. Sepulang dari Jakarta kesehatannya tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Pada bulan April 2014 ketika kita memasuki Pekan Suci, P. Ande mulai memasuki pekan-pekan yang sulit dalam hidupnya. Sakit yang menggerogotinya membuat dia hanya bisa berbaring di tempat tidurnya.

Sesudah menjalani perawatan di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante selama seminggu, pada Senin, 5 Mei 2014 P. Ande diantar oleh Br. Abraham Tarung, SVD ke Surabaya untuk menjalani pengobatan dan perawatan yang lebih intensif. Berdasarkan pemeriksaan tim medis dalam kesempatan terakhir ini beliau divonis mengidap kanker paru-paru stadium terminal.

Setelah kurang lebih dua minggu menjalani perawatan intensif di Surabaya, P. Ande akhirnya kembali ke Ledalero pada Sabtu, 17 Mei 2014. Atas permintaannya sendiri ia dihantar ke Biara Simeon, Ledalero.

Sekalipun kesehatannya menurun drastis, sifatnya yang periang tidak mudah hilang. Ia malah suka menghibur dan bercanda dengan sama saudara yang datang menjenguknya di Biara Simeon. Pada Senin, 9 Juni 2014, P. Ande masih sempat merayakan HUT yang ke-66 bersama segenap keluarga dan kerabat kenalan yang menjenguknya.

Sesudah selintas sukacita memperingati hari ulang tahun kelahirannya, P. Ande kembali bergulat dengan sakit dan maut. Dua kali sakramen pengurapan orang sakit diberikan kepadanya berturut-turut oleh P. Yan Hambur, SVD pada Minggu, 8 Juni 2014 dan oleh P. Piter Payong, SVD pada Sabtu, 21 Juni 2014.

Pada Selasa, 24 Juni 2014 bertepatan dengan Hari Raya kelahiran Yohanes Pembabtis, P. Andreas Mua, SVD menghembuskan nafas terakhir pada Pukul 14.45 Wita, dalam usia 66 tahun 15 hari, dikelilingi oleh sahabat kenalan dan keluarga dekatnya.

Satu minggu lagi, tepatnya pada Rabu, 1 Juli 2014 nanti, P. Ande akan genap merayakan HUT ke-35 tahbisan imamatnya, hari di mana bersama Pemazmur ia berujar dengan lantang: “Tuhan setia dalam Semua Sabda-Nya”. 

Share on Facebook
Share on Twitter