Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

P. YOHANES BELE : PAHLAWAN YANG TABAH DAN SETIA

November 6, 2015

 

Pada hari Minggu tgl. 1 Nopember 2015, ketika Gereja merayakan pesta Semua Orang Kudus, datang berita mengagetkan dari Surabaya bahwa P. Yohanes Bele Jawa, SVD telah berpulang. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan tenang pada jam 06.15 pagi WIB di Rumah Sakit St. Vincentius de Paulo – RKZ Surabaya.  
 
Tentu saja kepergian P. Yan, demikian almarhum biasa dipanggil, sangat mengejutkan. Betapa tidak? Di benak banyak orang masih terekam kemeriaan dan  kegembiraan dalam pesta syukur keluarga pada tgl. 10 Juli 2015 di kampung halamannya Maukeo – Nagekeo, sebagai ungkapan kebahagian dan rasa syukur atas berkat dan rahmat Tuhan bagi dua kakak beradik, Sr. Andrea Wulu, SSpS yang sudah lebih dari 50 tahun menjalani hidup bakti sebagai seorang biarawati dan misionaris, dan P. Yan yang merayakan peringatan 40 tahun imamatnya. Kegembiraan yang belum sirna sekarang berganti dengan kesedihan mendalam.  
 
Memang kondisi kesehatan P. Yan dalam beberapa tahun terakhir menurun. Penurunan drastis terjadi setelah pesta keluarga di kampung, yang membuatnya harus menjalani perawatan intensip selama hampir dua minggu di RS St. Gabriel Kewapante. Pada waktu itu baru diketahui bahwa P. Yan juga mengalami gangguan jantung dan ginjal, dan oleh dokter ia dianjurkan agar segera ke Surabaya untuk mendapat perawatan lebih baik. Karena itu pada permulaan Oktober yang lalu P. Yan berangkat ke Surabaya, diantar oleh adiknya, Ibu Rosalia Yua, untuk menjalani perawatan kesehatannya. Ternyata itulah perjalanannya yang terakhir, karena setelah hampir sebulan dirawat di RS St. Vinsensius, pada tgl. 1 Nopember 2015, sekitar jam 6.15 pagi P. Yan mengalami saat-saat suci menjawabi panggilan Tuhan, dan dengan tenang ia kembali ke haribaan Bapa.
 
P. Yan dilahirkan pada tgl. 24 Juni 1946 di Wolosambi, Nagekeo sebagai anak kedua dari 8 bersaudara, empat putera (salah satunya sudah meninggal) dan empat puteri. Oleh orang tuanya, Bapa Alex Wae dan Mama Katharina Kunda, ia diberi nama Yohanes Bele Jawa. Pada usia 6 tahun ia masuk Sekolah Rakyat di Doki. Mengikuti bapanya yang seorang guru dan sering berpindah, ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDK Sawu pada tahun 1958.
 
Karena berniat menjadi imam, ia masuk Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Mataloko, di mana ia menyelesaikan pendidikan SMP dari tahun 1958 sampai 1961,  dan pendidikan SMA dari tahun 1961 sampai tahun 1964, ditambah lagi satu tahun yang disebut Kelas VII. Pada tahun 1965 ia  melamar masuk SVD, dan lewat surat Pater Regional SVD Ende tgl. 29 April 1965 ia diterima untuk menjalani masa dua tahun Novisiat di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero. Pada tgl. 15 Agustus 1967 bersama teman-teman seangkatannya ia mengikrarkan kaul-kaulnya untuk pertama kali dalam Serikat Sabda Allah. Studi Filsafat yang sudah dimulai pada tahun 1966 – tahun kedua masa novisiat, diselesaikannya dalam tahun 1969. Ia kemudian ditetapkan untuk menjalani masa praktek, atau sekarang dikenal dengan Tahun Orientasi Pastoral,   di Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans, Mataloko. Selama dua tahun ia   bertugas sebagai  guru dan Pembantu Prefek para siswa  SMA Seminari.
Pada akhir tahun 1971 ia kembali ke Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero untuk memulai studi Theologi, dan melanjutkan pendidikan dan pembentukan sebagai calon imam. Memasuki tahun terakhir studi theologi, pada tgl. 8 Januari 1975 ia mengikrarkan kaul-kaulnya untuk kekal dalam Serikat Sabda Allah, dan menerima penempatan pertama untuk Regio SVD Ende. Kemudian menyusul tahbisan diaken pada tgl. 16 Maret 1975 di Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret, dan akhirnya pada  tgl. 16 Juli 1975, bertempat di Wolosambi, disaksikan oleh seluruh anggota keluarga dan umat, ia ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Donatus Djagom, SVD, Uskup Agung Ende.
 
Sebagai seorang imam muda yang penuh semangat, P. Yan siap untuk memulai tugas pelayanan yang akan dipercayakan kepadanya. Pimpinan Regio SVD Ende pada waktu itu memutuskan untuk menempatkannya di  Dioses Larantuka, dan oleh Uskup Larantuka lewat surat tgl. 12 Desember 1975 P. Yan ditugaskan sebagai pengajar dan Pembantu Prefek di Seminari Menengah San Dominggo Hokeng.
 
Setelah empat tahun mengajar di Seminari Hokeng, P. Yan diberi tugas untuk studi lanjut  di Philipina dari tahun 1980 sampai 1982 atas biaya Keuskupan Larantuka. Pada akhir tahun 1982 P. Yan berhasil meraih MA dalam bidang Sejarah pada San Carlos University. Ia pun kembali ke Seminari San Dominggo Hokeng untuk melanjutkan tugasnya sebagai pengajar dan pembina para calon imam. Dalam tahun 1984 ia terpilih sebagai Rektor Seminari San Dominggo Hokeng untuk masa jabatan selama tiga tahun. Ia kembali terpilih sebagai Rektor dalam tahun 1987   untuk masa jabatan kedua, 1987 – 1990.  Ia juga terpilih sebagai  Ketua Persekutuan Seminari Menengah se-NUSRA. Di samping tugas pelayanan untuk Gereja Lokal di Keuskupan Larantuka, pada masa yang sama, 197 -  1990 ia juga terlibat dalam kepemimpinan Provinsi SVD Ende, sebagai anggota Dewan Provinsi SVD Ende dalam jabatan sebagai Admonitor, dan Ketua Komisi Pendidikan Provinsi SVD Ende.
 
Pada tahun 1990 P. Yan terpilih sebagai Provinsial SVD Ende, menggantikan P. Paulus Tera, SVD. Karena jabatan  tersebut  ia meninggalkan Seminari San Dominggo Hokeng dan Keuskupan Larantuka, dan berpindah ke Ende. Karena tugasnya sebagai Provinsial ia menjadi anggota Dewan Imam/Penasehat Keuskupan Agung Ende dan Keuskupan Larantuka. Ia juga secara otomatis menjadi anggota Dewan Pembina YAPENKAR yang mengelola Universitas Katolik Widya Mandira di Kupang. Di samping tugas-tugas tersebut ia juga terpilih sebagai Ketua MATRIDA FLOBAMOR, dan Bendahara dan Anggota Dewan Pimpinan Pusat KOPTARI.
 
Selama masa jabatannya sebagai Provinsial SVD Ende, Flores dilanda bencana gempa yang dahsyat pada tgl. 12 Desember 1992, yang menimbulkan korban manusia dan kehancuran    rumah penduduk, rumah-rumah biara, dan bangunan publik, seperti rumah ibadat, sekolah, klinik, dan rumah sakit. Lewat Komisi Gabungan Pembangunan kembali dari Bencana Alam Flores (KGPBAF) yang yang beranggotakan para Uskup, Biarawan-wati dan Awam, P. Yan berperan aktif dalam usaha pembangunan kembali Flores pasca gempa.
 
Provinsi SVD Ende sendiri  praktis mengalami kehancuran total di beberapa komunitas, seperti Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, dan di Ende di Biara St. Konradus dan Biara St. Mikhael/SMAK Syuradikara. Namun mengikuti imbauan Pater Superior Jenderal  SVD dan Dewannya di Roma agar mendahulukan kepentingan masyarakat, pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan kembali pasca gempa pada Komunitas-komunitas SVD diberi perhatian sewajarnya saja.
 
Di tengah kesibukan urusan pembangunan kembali Flores pasca gempa, proses pelaksanaan tugas kepemimpinan dalam Serikat tetap berjalan seperti biasa. Pada tahun 1993 P. Yan terpilih kembali sebagai Provinsial SVD Ende untuk masa tiga tahun berikut, 1993 – 1996. Dengan demikian  ia tetap aktip terlibat dalam pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan fisik pasca gempa.
 
Pada akhir tahun 1994 pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan fisik bagi kepentingan masyarakat di bawah koordinasi Komisi Gabungan Pembangunan kembali dari Bencana Alam Flores (KGPBAF) berjalan baik. Dengan  demikian P. Yan mulai lebih memusatkan perhatiannya pada pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan fisik  di Komunitas-komunitas SVD, sehingga pada akhir masa jabatannya sebagai Provinsial pada tahun 1996 praktis pekerjaan rehabilitasi dan pembangunan kembali di Komunitas-komunitas SVD sudah selesai, kecuali pembangunan kembali Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero.  
 
Setelah bebas dari tugas sebagai Provinsial SVD Ende, dalam tahun 1997 P. Yan dipercayakan tugas lain yang tidak kalah penting, yaitu sebagai Rektor Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang dari tahun 1997 - 2001. Untuk mengemban tugas tersebut maka lewat surat tgl. 3 Desember 1997 Pater Superior Jenderal SVD memindahkan P. Yan dari Provinsi SVD Ende ke Provinsi SVD Timor. Pada tahun 2001 ia terpilih kembali sebagai Rektor Universitas Katolik Widya Mandira untuk masa jabatan kedua, 2001 – 2005. Dalam masa jabatannya yang kedua tersebut ia berhasil mengkoordinasi perumusan Rencana Strategis Universitas Widya Mandira sebagai pedoman dalam pengembangan Universitas  Katolik Widya Mandira dalam sepuluh tahun ke depan. Di samping tugas sebagai Rektor Universitas Katolik Widya Mandira,  P. Yan juga dipercayakan tugas sebagai Ketua Badan Kerja Sama  Perguruan Tinggi Swasta se-NTT dari tahun 2000 – 2005. Setelah mengakhiri dua masa jabatan memimpin Universitas Katolik Widya Mandira dari tahun 1997/2001 dan 2001/2005, dalam tahun 2006 P. Yan diberi kesempatan untuk mengambil tahun sabat di Irlandia. Kembali dari tahun sabat, P. Yan ditunjuk sebagai Ketua Unit Pelayanan Universitas Katolik Widya Mandira yang ia jalankan sampai tahun 2008.
 
Dengan berakhirnya tugas-tugasnya di Universitas Katolik Widya Mandira, P. Yan mengajukan permohonan untuk dipindahkan dari Provinsi SVD Timor kembali ke Provinsi SVD Ende. Setelah ada kesepakatan antara Pimpinan Provinsi SVD Timor dan Pimpinan Provinsi SVD Ende pada tgl. 24 Maret 2009 P. Yan dipindahkan kembali ke Provinsi SVD Ende. Selanjutnya oleh Pimpinan Provinsi SVD Ende P. Yan ditempatkan di Komunitas Biara St. Mikhael, Ende.  Seharusnya setelah terlibat dalam berbagai tugas pelayanan, keberadaan P. Yan di Biara St. Mikhael merupakan masa istirahat. Namun dalam tahun 2011 anggota Komunitas Biara St. Mikhael memilihnya sebagai Rektor Biara St. Mikhael, yang diembannya sampai tahun 2014.
 
Bebas dari tugas Rektor Biara St. Mikhael ternyata tidak membuat P. Yan boleh menikmati masa pensiun yang menyenangkan. Gangguan kesehatan tetap menghantuinya dan menjadi salib bagi hidupnya sampai akhir hayatnya ketika Tuhan memanggilnya pada hari Minggu pagi  tgl. 1 Nopember 2015.
 
Melihat kembali keseluruhan hidup P. Yan, boleh dikatakan bahwa 48 tahun hidupnya sebagai seorang biarawan dan misionaris SVD, dan 40 tahun hidup imamatnya bernas berisi. Sikapnya yang tegas tetapi tetap humanis, dan kepribadiannya yang kuat memungkinkan P. Yan dapat melaksanakan berbagai tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya. P. Yan boleh pergi meninggalkan raganya yang sebentar lagi menjadi abu tanah, tetapi contoh hidup, keutamaan, dan semangat akan tetap hidup di kalangan anggota keluarga, anggota SVD, Umat dan masyarakat. P. Yan, Selamat Jalan dan Selamat Menikmati Kebahagiaan Abadi bersama Bapa di surga. Kiranya Pater tetap mendoakan kami yang masih dalam perjalanan menuju Rumah Bapa.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us