Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

PEZIARAH IMAN : PENCARI KEBENARAN

November 7, 2015

 

P. PIENIAZEK JOZEF JAN, SVD

I. RIWAYAT: HIDUP, PENDIDIKAN DAN KARYA BAKTI
 
Jozef Pieniazek lahir pada 12 Oktober 1925 di Malkie Pasieki, Celmno, Polandia buah kasih pasangan Leo dan Fransiska. Latar belakang keluarga mereka dikenal sebagai keluarga katolik yang saleh. Jozef, bungsu dari lima bersaudaraini memiliki dua saudara dan dua saudari. Dua saudaranya gugur dalam Perang Dunia II. Leo, sang ayahnya bekerja sebagai petani sedangkan Fransiska ibunya mengurus rumah tangga. Berkat kerja keras orangtua dan pengelolaan keuangan yang bijaksana, kebutuhan ekonomi keluarga terjamin baik. Kedua orangtuanya sangat menaruh perhatian pada pendidikan anak-anak baik pendidikan profan maupun religius. Penghayatan agama keluarga terjamin baik sesuai dengan petunjuk dan bimbingan yang diberikan Gereja. Semangat membaca ayah dan ibu diturunkan juga kepada anak-anak. Bahan-bahan bacaan keluarga ini' baik bacaan umum maupun bacaan rohani dilandasi nilai-nilai Katolik.
 
Pendidikan dasar Jozef ditempuh di kota kelahirannya tahun 1932-1938. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar Jozef masuk Seminari Menengah di Gorna Grupa, Polandia. Akibat Perang Dunia II, Pendidikannya di Seminari Menengah terhenti sementara. Pada tahun  1943-1945 Jozef ditugaskan sebagai serdadu di Skotlandia.  Pendidikan Seminari Menengah baru dilanjutkannya di Skotlandia dan Inggris setelah Perang Dunia II berakhir, yaitu pada 1945 den diselesaikan pada1949. Seusai pendidikan menengah Jozef belajar bahasa-bahasa klasik Yunani dan Latin di Durham Universiry (Inggris), yang diselesaikan dengan meraih ijazah sarjana muda (bachelor of art) pada 1952. Pada tahun yang sama ia masuk Novisiat SVD (Serikat Sabda Allah) di Danamon Castle, Roscommon, Irlandia.  Dua tahun kemudian, ia dipindahkan oleh pembesarnya ke Brasil dan mengikrarkan kaul pertama dalam Serikat Sabda Allah di sana pada 8 Desember 1954. Pada tahun yang sama, ia memulai studi filsafat dan teologi di Seminari Tinggi SVD di Santo Amaro, São Paulo, Brasil. Pada 1 Maret 1958 ia mengikrarkan kaul kekal dalam Serikat Sabda Allah. setelah ditahbiskan imam pada 2 Agustus 1959 ia ditugaskan untuk belajar filsafat di Universitas Gregoriana, Roma (Italia) sampai memperoleh gelar lisensiat (S2) pada 1961.  Kemudian ia kembali ke Brasil untuk mengajar filsafat di SeminariTinggi Santo Amaro, São Paulo tahun 1961-1968.
 
Pada akhir 1968 dan awal ,1969 Jozef mendapat kesempatan untuk berlibur di Polandia dan bertemu keluarga setelah duapuluh lima tahun tidak bertemu sejak 1943. Sesudah itu ia mengikuti kursus Penyegaran di Nemi (Italia). Pada Desember 1969 ia mulai menyiapkan diri untuk mengerjakan disertasi di Roma, tetapi pekerjaan itu "ditunda", karena ia mendapat tugas untuk mengajar filsafat di Ledalero (Indonesia). Sebagai persiapan untuk tugas barunya di Indonesia, ia belajar bahasa Belanda selama dua bulan di Belanda. Pada bulan Februari l97l Ia tiba di Leddero dan mulai mengajar filsafat pada  Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero sampai 1975.
 
Pada tahun itu juga, ia ditugaskan untuk melanjutkan studi filsafat di Institut Catholique di Paris, yang diselesailkan pada 1978 dengan memperoleh gelar maitrise en phihsophie et habilitation ou dactorat (gelar magister: persiapan maju ke tingkat doktorat).
Selama enam bulan, yaitu dari Desember 1978 sampai Meil 1979 Jozef belajar bahasa dan kebudayaan Prancis pada Alliance Francaise (Paris), sampai mem peroleh diplome saperieur de langue et culture francais. Pada 1980 ia mengajar filsafat di SeminariTinggi SVD di Tegaytay (Filipina). Sejak 1981 hingga tahun ajaran 2007/2008 ia mengajar filsafat, khususnya logika, epistemologi, metafisika dan filsafat ketuhanan di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. Ia juga pernah mengjar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang dari Februari-Juni 1996.
 
Beliau adalah seorang poliglot yang menguasai banyak bahasa.  Ia menguasai bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman, Portugis, Spanyol, Belanda, Rusia, Latin, Yunani, Ibrani dan bahasa Indonesia, serta Polandia.
 
Selain tugas sebagai pengajar, Jozef juga terlibat dalam karya pastoral dan karya pelayanan rohani lain. Secara tetap, ia pernah menjadi kapelan untuk satu komuniras suster-suster di Brasil ( 196l-1968). Pada periode yang sama, ia juga mengadakan pelayanan pastoral di beberapa stasi, khususnya perayaan ekaristi pada hari minggu. Pelayanan pastoral yang agak tetap juga dibuat ketika ia tinggal di Italia pada 1969-1970. Pelayanan-pelayanan yang tidak tetap antara lain dibuat di Flores, Filipina dan Prancis.
 
Menurut pengakuannya, hidup seorang Kristen, khususnya hidup seorang imam, didasarkan atas iman. Imam adalah saksi utama iman. Tetapi iman dipupuk dan dihayati
melalui doa. Doa bersumber pada Kitab Suci'dan buku-buku rohani yang bermutu. Tidak ada hidup rohani yang autentik tanpa lectio divina (Kitab Suci dan buku-buku rohani) yang dilakukan terus menerus dan sistematis. Prinsip yang mendasari pengabdiannya adalah Yesus Kristus, satu-satunya penyelamat. Ada beberapa teks Kitab Suci pegangan utama hidupnya, di antaranya yang dipilih untuk perayaan ini: "AKU INI JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP'.
 
II. MASA PENSIUN  DAN SAAT SAKIT
 
P. Josef berhenti mengajar di STFK Ledalero pada semester gazal 2007-2008. Sesudah berhenti mengajar, dia masih terus menjalankan beberapa tugas lain, seperti: menjadi bapa rohani dan bapa pengakuan bagi para frater; bapa rohani dan bapa pengakuan bagi para suster SSpS Maumere dan Kewapante; beberapa kali melayani rekoleksi komunitas dan sesekali melayani misa di stasi-stasi di wilayah sekitar  Maumere.
 
Gejala sakit sudah mulai muncul sebelum dan sesudah Paskah 2014. Akhir April 2014, tampaknya dia sendiri tahu bahwa tak lama lagi dia menghadap Sang Khalik, sumber Kebenaran Sejati. Terlihat, beliau menjadi sering terlambat datang makan dan mengeluh tidak bisa tidur. Lebih dari itu, Ia menyampaikan tiga hal kepada Pater Rektor Seminari Tinggi Ledalero: Jangan membuang buku-bukunya, meski buku tua tetapi masih bermutu  kalau dia meninggal. Beliau meminta Sakramen Pengakuan dan minta juga diberikan Sakramen Minyak Suci.  Beliau juga  menginformasikan sumber keuangannya.
 
Pada awal Mei 2014, dia ke RKZ Surabaya. Selama berada di Surabaya (hampir setahun), dia selalu berada di RKZ. Secara medis tak ada satu penyakit klinik yang ditemukan. Sakit beliau hanya karena usia tua. Keluhan utama: tak bisa bangun dari tempat tidur karena selalu pusing kalau paksa diri untuk bangun; selalu dijaga oleh seorang perawat; mengeluh karena tak bisa membaca lagi. Karena secara medis tak ada penyakit, banyak pihak mengajak dia untuk kembali ke Ledalero (P. Thadeus Gruca, SVD, P. Stanis Pikor dan Glinka, SVD, P. Lukas Jua, SVD, P. Ekonom Ledalero dan P. Rektor Ledalero) tetapi dia berkeberatan.
Akhir Februari dan awal Maret 2015, Suster Marselina Lidi, SSpS mengajaknya kembali ke Ledalero dan dia mau (sebuah mukjizat). Dia tiba di Biara Simeon pada tanggal 11 Maret 2015 diantar oleh Sr. Marselina Lidi, SSpS bersama seorang perawat.
 
Sesudah tiba di Ledalero, dia sangat senang. Sempat berjalan keliling dengan kursi roda.Dua bulan terakhir,dia agak lama baru bisa mengenal konfrater dan para pengunjung dan hampir
sepanjang waktu di atas tempat tidur. Karena selalu di tempat tidur maka bagian punggung dan samping kiri-kanan sudah mulai luka lecet.
 
Dia menghembuskan nafas terakhir pada hari Minggu,20 September 2015 pada pukul 20:15 dengan umur 89 tahun 11 bulan 3 minggu 1 hari.
 
Ledalero, 21 September 2015
 
SELAMAT JALAN PENCARI KEBENARAN !
SELAMAT JALAN PEZIARAH IMAN YANG HIDUP DARI FIRMAN !

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us