Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

SATU ABAD SSpS INDONESIA

February 13, 2016

 

Bagian I:
NAPAK TILAS MISIONARIS PERDANA

‘’Dalam Sukacita Roh Kudus, Bersyukur Dan Melanjutkan Bakti’’ merupakan motto Pembukaan Tahun Yubileum kehadiran SSpS di Indonesia. Sebuah keyakinan akan kuat kuasa Roh Kudus yang telah, sedang dan akan terus menginspirasi dan membaharui perjalanan hidup dan karya setiap anggota SSpS di Indonesia. Daya Roh Kudus telah membawa harapan dan sukacita yang mendalam bagi para Suster dalam mengemban misi di Indonesia.

Pada tanggal 13 Januari 2017 nanti,Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus,akan merayakan 100 tahun kehadirannya di Indonesia. Bertepatan dengan itu, maka para Suster SSpS yang kini tersebar di 5 Provinsi di Indonesia (Provinsi Flores Bagian Timur, Provinsi Timor, Provinsi Jawa, Provinsi Kalimantan dan Provinsi Flores Bagian Barat) berkumpul bersama untuk membuka tahun rahmat/Tahun YOBEL dalam Perayaan Ekaristi Kudus bersama. Sebuah keyakinan akan kuat kuasa Roh Kudus yang telah, sedang dan akan terus menginspirasi dan membaharui perjalanan hidup dan karya setiap anggota SSpS di ke-5 Provinsi di Indonesia. Berkat Kuasa Roh Kudus telah memampukan setiap Suster untuk membagi Sukacita kasih Allah dan membawa semua orang untuk semakin dekat dengan Allah,mengenal dan mencintai-Nya. Tanggal 13 Januari  1917 yang lalu, merupakan moment yang sangat penting dalam catatan sejarah kehadiran SSpS di Indonesia. Ke-6 misionaris Perdana menginjakkan kaki mereka yang pertama kalinya di Indonesia,di pantai Lela, SIKA Bumi Flores tercinta ini. Ke-6 misionaris itu antara lain: ( 3 Suster berkaul kekal)  Sr . Willibrorda Boumans,  Sr. Pulcheria Rehman dan Sr. Ludguarda Dingenouds dan ( 3 Suster berkaul sementara) Sr . Herminiana Denissen , Sr .Ewaldine Van Den Biggellar dan Sr .Xaveriana Van Der Sluis . Ketika mereka tiba di Ende,mereka langsung bertemu dengan Uskup   Mgr.  Noyen SVD di Ndona  kala  itu. Setelah mengadakan pertemuan singkat,Uskup  Noyen SVD kembali menghantar mereka ke  Ende untuk terus melanjutkan perjalanan mereka. Karena perjalanan darat tidak memungkinkan yang harus di tempuh 125 km Ende – Maumere, maka Uskup Mgr. Noyen SVD meminta kapten kapal untuk menghantar mereka ke Lela dengan kapal yang sama. Pukul 12.00 kapal bertolak dari Ende ke arah Timur menyusur pantai selatan Pulau Flores dan  tiba di pantai Lela pukul 16.30 dalam keadaan selamat ,setelah menempuh perjalanan yang jauh dan meletihkan   selama  8 minggu  dengan  menumpang’’ Kapal Prinses Juliano ‘’. Pantai Lela ketika itu tidak ramah gelombang  laut menderu bertalu-talu menghempas di bibir pantai menyambut  kedatangan  para  pembawa  kabar  sukacita.  Desa  kecil  Lela  menyambut  kedatangan misionaris  baru dalam deburan ombak, bagaikan tepukan  seorang  bidan  untuk  bayi  yang  baru  dilahirkan  membangkitkan reaksi  tentang  adanya  sebuah  kehidupan  baru. Karena  situasi  gelombang  yang  ganas kapal  terpaksa berlabuh  jauh  dan dengan  bantuan  perahu  motor  dan sampan nelayan  para Suster di hantar ke pantai. Para Suster di sambut dengan hangat dan dengan gembira oleh para Suster Cinta  Kasih, Pater  Muller, SJ   dan  beberapa  pastor  SVD  serta  penghuni  asrama  susteran dan penduduk Lela yang telah menanti dengan sabar di pantai. Barisan  panjang menghantar para misionaris baru bergerak dari pantai menuju susteran St. Petrus Claver Lela.

Untuk mengenang kembali dengan penuh syukur ke-6 misionaris perdana yang diutus ke Flores dengan dasar dan tujuan utama adalah pelayanan misioner,maka tanggal 12 Januari 2016,   pukul  16.00 sore, Para Suster dari 5 Provinsi di Indonesia,Pater Provinsial SVD Ende, P.Leo Kleden,SVD,   Pater Lukas  Jua,  SVD (wakil provincial SVD Ende) serta  beberapa  Pater, Bruder  dan  Frater  dan    juga  ribuan umat Paroki Lela dan sekitarnya,berarak dari gerbang Komunitas St.Petrus Claver  Lela menuju Pantai Lela yang di jemput dan di hantar oleh kelompok Drumband SDK Lela. Kehadiran mereka di pantai Lela sore itu untuk menyaksikan dan mengikuti Napak Tilas kedatangan 6 Suster Pionir  yang akan memulai bakti mereka di Indonesia. Suasana  alam  saat itu sungguh bersahabat, Kebesaran Kasih Tuhan sungguh di alami dan di rasakan oleh semua orang yang hadir saat  itu. Tuhan sungguh merestui apa yang menjadi harapan  bagi  generasi  penerus  putri-putri  Pribumi  Indonesia.  Napak Tilas ini  di pimpin  oleh Sr. Domitila, SSpS dan Sr. Ana Lete, SSpS. Mewakili   3 Nelayan dan  sampan, 6 Suster yang mewakili 6 misionaris maju perlahan berdiri  posisi  menyamping  sebelah kiri dekat laut. Ketiga nelayan mulai mendayung sampan dan membawa ke 6 suster itu ke tengah laut berlayar melawan  gelombang  laut. Suasana saat itu sungguh mengharukan, semua mata tertuju pada ketiga sampan yang membawa ke 6 suster itu. Tepukan tangan dan teriakan  sorak - sorai oleh putra – putri Arnoldus Jansen dan umat yang hadir membuat banyak orang meneteskan air mata, air mata syukur, bangga , bahagia  dan sukacita penuh harapan. 

Setelah berlayar selama setengah jam di tengah laut,  tibalah saatnya para suster di hantar ke tepi laut oleh para nelayan. Ke 6 Suster yang mewakili 6 Suster misionaris ini dijemput dengan penuh gembira oleh semua yang hadir. Para misionaris ini melambaikan tangan mereka  senyuman yang tulus penuh sukacita   sebagai tanda bahwa  mereka akan  di terima dengan baik untuk memulai bakti mereka yang pertama di Indonesia, di Flores Nusa Bunga tercinta ini. Mereka di terima dengan   sapaan adat SIKA oleh sesepu adat dan tarian Hegong oleh umat Lela. Para Suster SSpS dari ke 5 Provinsi menerima mereka dengan memadahkan lagu ‘’  WAHAI  PUTRI  ABDI  ROH  KUDUS  ’’. Di mana kehadiran Roh Kudus telah membimbing dan menghantar mereka untuk terus berani dan maju untuk  membagikan   Cinta  Allah Tritunggal  kepada mereka yang telah menanti.  Upacara  menaikan bendera  sebagai  tanda penghormatan kepada ke-6 misionaris dan misionaris angkatan berikutnya dan pertanda SSpS tetap hidup sepanjang zaman. Merekalah yang telah membuka dan membukukan sejarah yang tak hilang dihempas angin dan badai sepanjang zaman. Lagu ‘’Alangkah Dalam’’yang dikumandangkan oleh Putri-Putri Abdi Roh Kudus mengiringi upacara pengibaran Bendera Kongregasi. Baca "Dalam Suikacita Roh Kudus "Kita Bersyukur dan Melanjutkan Berbakti"

 

Bagian 2:
DALAM SUKACITA ROH KUDUS, KITA BERSYUKUR DAN MELANJUTKAN BAKTI’’.

Berawal dari 6 misionaris ini, SSpS berkembang menjadi 740 anggota, dan berawal dari dusun Lela kecil itu,SSpS bertumbuh menjadi 5 wilayah Provinsi dan 1 Regio.  Kehadiran 5 Profinsi ini  di tandai dengan pelepasan 5 ekor burung merpati  oleh ke- 5 Suster  Provinsial yaitu: Sr.Inosensia Loghe Pati, SSpS  ( Provinsial SSpS  Flores Bagian Timur )  Sr.Veronika Kole, SSpS  ( Provinsial  SSpS  Timor  ) , Sr.Diana Wisang, SSpS   ( Provinsial  SSpS  Flores Bagian Barat ), Sr.Ermelinda To’o, SSpS ( Provinsial SSpS Kalimantan ), dan Sr.Lusia, SSpS mewakili  ( Provinsial SSpS  Jawa )

Suasana saat itu sungguh mengharukan sehingga membuat semua orang meneteskan air mata. Setelah pengibaran bendera dilanjutkan dengan penaburan bunga oleh Para Provinsial SSpS dan juga saudara-saudara  SVD, Sesepuh tua adat Lela,Bapak Pastor Paroki Lela, untuk mengenang jasa ke-6 Suster Misionaris Perdana yang bertumbuh mekar bagaikan bunga yang harum semerbak sepanjang masa. Sesudah penaburan bunga,perarakan menuju Gereja Paroki sambil berdoa dan bernyanyi dan dilanjutkan Vigili yang dipimpin oleh Sr.Marselina,SSpS, Sr.Ermelinda Nur, SSpS, Sr.Veronika, SSpS, dan Sr.Ermalinda Sri Ngampu SSpS.

Rabu,tanggal 13 Januari 2016 tepatnya pukul 10.00 pagi,di Gereja Paroki Maria Tak Bernoda Lela,berlangsung perayaan Ekaristi Syukur Pembukaan Tahun YOBEL SSpS Indonesiasia.Sebelum perayaan berlangsung,dan sebagai rasa syukur dan terimakasih dari umat Paroki Lela atas jasa Para Suster SSpS,mereka menjemput dan menghantar Bapak Uskup,para imam konselebran,Para Suster Profinsial dari 5 Propinsi,serta Para Pemimpin Komunitas dari Provinsi Flores Bagian Timur dengan musik tradisional dan tarian Hegong.Perayaan Ekaristi Kudus di pimpin oleh Uskup Keuskupan Larantuka:Mgr.Fransiskus Kopong Kung,Pr,didampingi oleh Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Vinsensius Sensi Potokota,Pr, Pater Profinsial SVD Ende,P.Leo Kleden SVD,Vikjen Keuskupan Maumere, Pastor Paroki Lela dan juga ratusan imam dan biarawan/biarwati, serta ribuan umat memenuhi Gereja dan halaman Paroki Lela.Setelah lagu Pembuka,ada dinamika pembacaan Puisi oleh Sr.Anna Lete,SSpS yang berjudul ‘’DI ATAS KAPAL PRINSES JULIANA,’’.Pembukaan tahun YOBEL ini, ditandai dengan Penyalaan lilin YOBEL oleh Provinsial SSpS Flores Bagian Timur: Sr. Inosensia Loghe Pati, SSpS. Perayaan berlangsung meriah diiringi koor dari umat paroki Lela dan Para Fr SVD, yang di koordinir oleh P. Yosep Kusi, SVD serta tarian oleh anak –anak SMK Lela. Dalam  kata pembukaannya, Bapak Uskup Larantuka mengatakan bahwa:’’Tidak ada yang lebih penting dalam perayaan ini, selain memohon berkat Tuhan untuk perjalanan SSpS selama setahun pada tahun YOBEL ini, terutama mensyukuri penyertaan Tuhan selama satu abad dalam karya-karya SSpS. Dalam homilinya P. Leo, mengatakan bahwa;untuk semua karya besaryang dilakukan Tuhan melalui para abdiNya ini, kita bersyukur bersama Yesus dalam sukacita Roh Kudus. Tetapi  syukur para Suster ini juga syukur kami semua para misionaris kepada umat beriman ditempat ini yang telah membuka pintu rumah dan pintu hati menerima para misionaris dan membantu kami dalam karya perutusan dari dulu sampai sekarang’’. Karena itu, peristiwa syukur sepanjang tahun YOBEL ini, merupakan moment penting dan kudus sebuah ikrar dan komitmen untuk meneruskan bakti dalam kekuatan Roh Kudus sebagaimana telah dirumuskan dalam motto:   DALAM SUKACITA ROH KUDUS, KITA BERSYUKUR DAN MELANJUTKAN BAKTI’’.

Dalam sambutannya, Sr. Inosensia, mengatakan bahwa pembukaan secara simbolis Tahun YOBEL 2016 dengan menyalakn lilin dan diteguhkan dalam perjamuan Ekaristi merupakan sebuah perayaan iman yang sempurna, melahirkan nuansa syukur dan sukacita, bangga serta refleksi  mendalam bagi kita semua teristimewa bagi setiap anggota SSpS. Dan juga merupakan moment syukur kepada Allah Tritunggal yang karena KasihNya yang besar telah merestui kehadiran kongregasi ini untuk mengambil bagian dalam misi Yesus. Allah Tritunggal telah menjiwai semangat hidup,mendukung keberanian dan pengorbanan, meneguhkan pewartaan injil dan kesaksian hidup dari ke-6 misionaris perintis SSpS Indonesia. 

Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota dalam sambutannya,mengatakan bahwa Ia membayangkan SSpS Sebagai Anugerah Ilahi akan menjadi inti dan nada dasar dari seluruh tahun YOBEL Indonesia mulai 13  Januari. Uskup Sensi menyampaikan profisiat dan salut untuk SSpS yang telah setia hidup dan menjalani panggilan dan perutusan Tuhan melalui Gerja di seluruh dunia. Bupati SIKA,Yoseph Ansar Rera menyampaikan ucapan terimakasih kepda kongregasi SSpS yang telah berkarya dan turut serta memajukan karya/umat sesuai bidang yang di embannya. Rumah Sakit St. Elisabeth Lela adalah sejarah yang tidak pernah boleh dilupakan, kata Bupati Ansar Rera ini. Sebagai perwakilan dari umat Paroki Lela, Charles Luasa menyampaikan terimakasih kepada para Suster SSpS atas karya besar SSpS bagi kami diantaranya RS. St. Elisabeth Lela, SPK Lela dan karya-karya besar lainnya. Setelah Perayaan Ekaristi dilanjutkan acara makan/minum bersama disekitar halaman Komunitas St. Claver Lela  sebagai  tanda persudaraan dan kekeluargaan dalam nama Tuhan

Sebagai Abdi Roh Kudus,kita semua diajak untuk mendekatkan diri dan berani untuk memantapkan pelbagai karya dan terus membaharui diri dan siap melanjutkan bakti dalam Sukacita Roh Kudus ditanah air Indonesia tercinta ini.

Sumber:
Sekretariat Provinsi SSpS
Flores Bagian Timur                                                                

Share on Facebook
Share on Twitter