Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

CARITAS CHRISTI URGET NOS

April 23, 2016

 

Tema Kapitel Jendral XVIII
 
1. “Kasih Kristus menguasai kami” (2 Kor 5:14).  Inilah kata-kata Rasul Paulus, yang dipilih sebagai inspirasi dan tema untuk Kapitel Jendral SVD XVIII tahun 2018 nanti. Paulus adalah misionaris ulung yang menjadi ilham untuk para misionaris sepanjang masa. Dia mengalami pertobatan radikal dalam perjalanannya ke Damaskus untuk mengejar para pengikut Yesus. “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” terdengar satu suara menggema. Saulus merasakan otoritas mutlak yang mencekam dia dalam suara itu maka dia menjawab: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Suara itu berkata: “Akulah Yesus yang engkau aniaya”. Dengan jawaban ini Saulus disadarkan akan dua hal. Pertama,Yesus Kristus adalah Tuhan. Kedua, Kristus mengidentifikasi diri dengan umat-Nya, sehingga menganiaya umat berarti bertindak melawan Kristus Tuhan.
 
Pertobatannya terhadap Tuhan sekaligus merupakan pembalikan radikal sikap Paulus terhadap pengikut Kristus. Kalau dulu seluruh tenaganya dikerahkan untuk menganiaya umat Yesus, kini dia mempersembahkan seluruh hidup untuk Kristus dan umat-Nya. Terhadap Kristus dia berkata: “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati keuntungan” (Fil. 1:21). Terhadap umat dia bersaksi: “Aku menjadi segala-galanya untuk semua orang” (1 Kor. 9:22).
 
Sebagai misionaris Paulus mendirikan jemaat-jemaat kristiani di banyak tempat, menulis surat-surat yang menjadi wasiat rohani yang tak ternilai untuk kita sampai sekarang, dan tahan menanggung kesengsaraan hebat dalam tiga perjalanan misi yang panjang. Kita baca dalam 2 Kor. 11:23-28: “Apakah mereka pelayan Kristus? Aku berkata seperti orang gila – aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak-pihak bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur, aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat”.
 
Bagaimana misionaris ini bisa menanggung semuanya itu? Apa motivasi dasar yang mengilhami dia? Di mana sumber energi dan kekuatannya? “Caritas Christi urget nos”. Nukilan dari suratnya kepada jemaat di Korintus ini dalam terjemahan Alkitab Indonesia berbunyi: “Kasih Kristus menguasai kami” (2 Kor. 5:14). Tetapi nas ini bisa juga diterjemahkan: “Kasih Kristus mendorong kami”. Selanjutnya “Caritas Christi” dapat dimengerti atas dua cara: “Kasih (dari) Kristus” dan “kasih akan Kristus”. Kedua aspek ini hadir dalam pengalaman kristiani, khususnya dalam hidup religius-misioner. Pada mulanya kasih ilahi itu datang dari Kristus dan menguasai kita. Kasih ilahi itu menyalakan hati kita, sehingga akhirnya kasih akan Kristus mendorong kita untuk membalas cinta Tuhan dengan mempersembahkan seluruh hidup kepadanya. Itulah wasiat rohani Paulus yang telah mengilhami para misionaris sepanjang zaman.
 
2. Kalau kita melihat kembali tema kapitel jendral SVD dalam tiga dasawarsa terakhir, akan terlihat satu kesinambungan. Kapitel Jendral tahun 1988 merumuskan misi sebagai kerasulan lintas batas(passing-over): lintas batas kebudayaan, lintas batas sosial kepada kaum miskin, lintas batas agama. Lintas batas untuk apa? Kapitel Jenderal 1994 menjawab: Misi Demi Persekutuan (Communio), yaitu untuk menghimpun manusia dari segala bangsa, budaya dan agama dalam Kerajaan Allah yang satu. Bagaimana kita melaksanakan tugas perutusan itu? Kapitel tahun 2000 merumuskan pelaksanaan misi sebagai Dialog Profetis dan dialog dimengerti sebagai “sikap sodider, hormat dan kasih, yang harus meresapi semua kegiatan kita”. Kapitel 2006 meneruskan tema ini dan menyatakan bahwa dialog profetis itu bukan sekadar cara kita bekerja dalam perutusan kita, melainkan juga cara kita mengada sebagai religius misioner. Selanjutnya Kapitel Jendral 2012 menerjemahkan visi dan cita-cita misioner kita ke dalam rencana kerja konkret (action plan) yang menjadi Arah Dasar Tarekat yang kini sedang kita geluti.
 
Sesudah terlibat dalam begitu banyak kerja dan kegiatan, kita kembali bertanya: Apa motivasi dasar yang mengilhami kita dalam seluruh karya dan keterlibatan misioner? Di manakah sumber inspirasi dan kekuatan kita? Pertanyaan ini membawa kita kembali ke Sumber, ke Mata Air rohani kita. Bersama Rasul Paulus kita menjawab: “Caritas Christi urget nos”. “Kasih Kristus menguasai kami” (2 Kor 5:14). Inilah tema kapitel yang dipilih oleh Pimpinan Umum SVD di Roma sesudah menghimpun anjuran-anjuran dari seluruh Tarekat, dengan harapan agar kita semakin “Berakar dalam Sang Sabda dan berkomitmen untuk misi-Nya”, sebagaimana dituliskan dalam dokumen persiapan kapitel. Ini hanya rumusan lain dari apa yang dikatakan dalam prolog Konstitusi Serikat Sabda Allah: “Hidup-Nya adalah hidup kita, perutusan-Nya adalah perutusan kita”.
Kasih Kristus menyertaimu selalu!
 

Provinsial

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us