Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

P. PIET NONG: SAHABAT PETANI KAMPUNG

April 26, 2016

 

P. PETRUS NONG LEWAR, SVD dilahirkan di Oja – Boganatar, 31 Januari 1945 (tanggal yang dipakai ketika masuk SVD) sebagai anak keempat dari 8 bersaudara (3 puteri dan 5 putera)
 

Orang tua: Bapa: Yoseph Pala Lewar;  Mama: Agatha Keron. Kedua orang tuanya adalah petani.

Pendidikan Umum dan Pembinaan dalam SVD:

SRK Ojang – tamat tahun 1959
SMP Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko:

1959 – 1962
SMA Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko:

1962 – 1966
Masuk Novisiat SVD Ledalero:

8 Desember 1966
Kaul Pertama:  

8 Januari 1968
Studi Filsafat di STFK Ledalero:

1967 – 1970
 

Menjalankan Tahun Orientasi Pastoral di Keuskupan Agung Merauke dari
Januari 1970 – Desember 1972 bersama Fr. Frans Tena Lamak, SVD
Studi Theologi di STFK Ledalero dari tahu 1971 – 1975

 

Kaul Kekal:

8 Januari 1976, dan mendapat penempatan untuk Regio SVD Ende
Tahbisan Diakon:

3 Maret 1976 di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Donatus Djagom, SVD
Tahbisan Imam:

21 Juli 1976 di Boganatar, oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Donatus Djagom, SVD
 
Karya Pastoral dan tugas kepemimpinan dalam Serikat

Lewat surat tgl. 15 Januari 1977, P. Regional Markus Moa, SVD mempresentasikan P. Petrus Nong, SVD, dengan anjuran agar ditempatkan di Paroki Reinha Rosari Larantuka.
Tgl. 28 Januari 1977 P. Petrus Nong tiba di Larantuka, dan tinggal di Postoh sambil menunggu penempatannya. Pada tgl. 8 Pebruari 1977 ia menulis kepada Pater Regional, sbb.:
”Sementara ini diparkir di pastoran Postoh/Larantuka. Belum juga ada benuming resmi tertulis dari Bapa Uskup untuk saya. Cuma ada kata lisan, tinggal saja dulu di pastoran Postoh dengan segala jurisdiksi yang ada sebagai imam, sampai ada ketentuan lain. Bagaimana pun juga tokh saya harus mulai coba kerja di sini, satu tempat yang semulanya saya tidak punya bayangan apa pun. Saya memang hati agak duk dak datang ke Larantuka mendengar satu dua informasi yang membuat saya jadi bertanya diri. Tapi ini rupanya Cuma satu ujian terhadap optimisme kita, apa sejati atau tidak.”
Pada tgl. 12 Pebruari 1977, lewat surat No. D 41/A17/1977, in re: Pengangkatan/jurisdiksi, Bpk Uskup Larantuka menunjuk P. Petrus Nong sebagai Pastor Pembantu Paroki Reinha Rosari, bertempat di Larantuka, dan memberikan jurisdiksi dan semua facultates yang biasanya dimiliki oleh semua Pastor dalam Dioses

Pada tgl. 5 Agustus s/d 15 September 1980 mengikuti Kursus Respita di Girisonta
Pada tgl. 23 Juli 1981 dipindahkan dari Larantuka ke Bama sebagai Pastor Paroki Bama.
Dalam tahun 1987 terpilih sebagai Rektor Wilayah Larantuka untuk masa jabatan 1987 – 1990.
Setelah bekerja selama 9 tahun sebagai Pastor Paroki Bama, dalam tahun 1990 P. Piet mengajukan permohonan untuk mengikuti Tersiat Nemi, Kursus Dei Verbum, dan Kursus dalam bidang Komunikasi. Lewat surat tgl. 2 Mei 1990, P. Superior Jenderal memberikan persetujuan bagi P. Piet untuk mengikuti Tersiat Nemi yang direncanakan pada bulan Januari 1991. Maka pada awal September 1990 P. Piet berangkat ke Irlandia untuk belajar bahasa Inggeris sebagai persiapan mengikuti Tersiat Nemi.
Ketika sedang mengikuti Tersiat Nemi, P. Piet mendapat izin dari Pater Superior General dan Dewan untuk mengikuti Kursus Kitab Suci Dei Verbum langsung setelah Tersiat Nemi.
Setelah Tersiat Nemi ditutup pada tgl. 3 Juni 1991 di Steyl, P. Piet ke Muenchen untuk mengambil kursus bahasa Jerman selama dua bulan, dari Juli sampai dengan Agustus 1991.
Pada pertengahan Agustus 1991 P. Piet kembali ke Nemi untuk menyiapkan diri mengikuti Kursus Dei Verbum yang dimulai pada tgl. 26 Agustus s/d 15 Desember 1991.

Setelah menyelesaikan Tersiat Nemi dan Kursus Kitab Suci Dei Verbum, P. Piet kembali ke Keuskupan Larantuka pada permulaan tahun 1992, dan diangkat sebagai Pastor Paroki Belogili.
Pada waktu bersamaan sedang berlangsung perundingan antara Provinsi SVD Ende dengan Keuskupan Amboina mengenai kemungkinan SVD bekerja di Keuskupan Amboina. Setelah ada kesepakatan antara Provinsi SVD Ende dengan Keuskupan Amboina, Pimpinan Provinsi SVD Ende mulai mempersiapkan anggota Tim yang akan bekerja di Keuskupan Amboina. Salah satu tenaga yang dipikirkan  ialah  P. Piet Nong untuk menjadi Ketua Tim Misi SVD Keuskupan Amboina. Namun  karena ada keberatan dari Bpk. Uskup Larantuka, maka   P. Piet Nong batal ditarik dari Keuskupan Larantuka.
Dalam tahun 1999 P. Piet Nong terpilih sebagai Rektor Wilayah Larantuka. Kemudian dalam tahun 2002 terpilih kembali sebagai Rektor Wilayah untuk masa jabatan tiga tahun berikutnya, 2002 – 2005.
Pada tgl. 18 Nopember 2002 P. Piet Nong dipindahkan dari Paroki Belogili ke Paroki Hokeng lewat SK Bpk. Uskup Larantuka tgl. 18 Nopember 2002.
Dalam tahun 2004 diangkat sebagai anggota Badan Pengawa Yayasan Persekolahan St. Paulus (YASSPA) untuk masa 5 tahun. 2004 – 2005.

Dalam tahun 2005 P. Piet Nong terpilih sebagai anggota Dewan Provinsi SVD Ende periode 2005 -2008.
Pada tgl. 28 April 2010 Bpk. Uskup Larantuka membebaskan P. Piet Nong dari tugas sebagai Pastor Paroki Hokeng, dan menunjuknya sebagai Pastor Pembantu Paroki Hokeng
Lewat SK tgl. 27 Desember 2014, No. KL.500/C.3/XII/2014, Bpk. Uskup Larantuka membebaskan P. Piet Nong dari tugas sebagai Pastor Pembantu Paroki Hokeng

Lewat SK tgl. 27 Desember 2014, No.KL. 501/V.3/XII/2014, Bpk. Uskup Larantuka mengangkat P. Piet Nong sebagai Pastor Paroki Koli-Sagu, Adonara.
Baru beberapa bulan menjalankan tugas sebagai Pastor Paroki Koli Sagu, kelihatan kesehatan P. Piet semakin menurun. Karena itu atas izinan Pimpinan Provinsi SVD Ende pada pertengahan April 2015 P. Piet berangkat ke Surabaya untuk memeriksakan kesehatannya.

Dari hasil pemeriksaan di RKZ Surabaya diketahui bahwa P. Piet Nong menderita kanker usus. Ketika menjalani operasi, dokter menemukan bahwa kanker yang diderita P. Piet sudah dalam stadium lanjut; karena itu dokter tidak meneruskan operasi, hanya membuat saluran pembuangan darurat.
P. Piet akhirnya kembali ke Flores, dan tinggal di Biara Simeon, dan perawatan kesehatannya ditangani oleh Br. Abraham Teling Tarung dan Br. Lukas Tukan. 

Awal April 2016, beliau kembali ke Surabaya untuk perawatan lebih lanjut. Namun Sahabat Petani Kampung itu menghembuskan nafas terakhirnya di RKZ Surabaya, tanggal 14 April 2016, pada pukul 15.55 waktu setempat. Jenasah beliau dibawa kembali ke Ledalero tanggal 15 April 2016 dan dimakamkan pada hari Sabtu, 16 April 2016, didahului misa pukul 09.00.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us