Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

P. PETER HILLS, SVD

May 12, 2016

RIWAYAT HIDUP P. PETER HILLS, SVD
 

 

P. Peter Hills, SVD (yang juga dikenal dengan nama Pater Petu Hills) lahir pada tanggal 7 Januari 1950 di Wien, Austria. Ayah bernama Walter Hills, dan Ibu, SteffaniIhl. Pater Peter memulai masa Novisiat dalam Kongregasi Serikat Sabda Allah pada 29 September 1971 di St. Gabriel, Austria sesudahnya mengikrarkan kaul pertama pada tanggal 29 September 1972. Tiga tahun kemudian, ia mengikrarkan kaul kekal pada tanggal 29 September 1975 dan pada tanggal 8 Desember 1975 ditahbiskan menjadi diakon kemudian menerima tahbisan imam pada tanggal 15 Mei 1976 di St. Gabriel, Austria.  
 
Sesudah ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah, pada tanggal 4 Juli 1975, Pater Peter Hills, SVD oleh Pimpinan SVD di Roma, di-benum untuk Regio Ende, Flores, Indonesia. Ia tiba di Indonesia pada tanggal 9 Mei 1977 dan baru tiba di Ende pada tanggal 20 Mei 1977. Selama menunggu penempatan, Pater Peter tinggal untuk sementara waktu di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Setelah beberapa bulan tinggal di Ledalero, pada bulan Januari 1978, Uskup Larantuka berdasarkan SK No: D 329/A17/77 mempercayakan Pater Peter sebagai Pastor Pembantu Paroki Hinga, Witihama, Flores Timur. Tugas ini ia jalankan selama kurang lebih delapan tahun. Pada bulan Januari 1986, Uskup Larantuka kembali memberi tugas kepada Pater Peter sebagai Pastor Paroki Tanah Boleng, Waiwerang, Flores Timur. Tugas sebagai pastor paroki ini ia jalankan dengan tekun selama kurang lebih 11 tahun. Selain berkonsentrasi pada pelayanan pastoral, Pater Peter juga memiliki perhatian yang besar bagi terciptanya dunia yang lebih baik, aman dan damai khususnya bagi mereka yang menjadi korban peperangan. Karena itu, pada tahun 1973, sebelum kedatangannya ke Indonesia, ia ikut terlibat aktif dalam sebuah organisasi internasional yang disebut Focolare. Focolare, yang berpusat di Italia, adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk memperdalam spritualitas kaum religius dan awam berdasarkan amanat Yesus di dalam Injil demi terciptanya dunia yang aman, jauh dari peperangan dan konflik. Karena keterlibatannya ini, pada tahun 1988, Pater Peter diundang untuk mengikuti kongres Focolare se-Asia yang diselenggarakan di Tagatay, Filipina.
 
Setelah bekerja kurang lebih 10 tahun sebagai Pastor Paroki Tanah Boleng, Pater Peter dipilih sebagai Wakil Rektor Wilayah Larantuka masa bhakti 1996-1999. Namun, baru setahun ia menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor Wilayah Larantuka, karena kebutuhan serikat akan tenaga guru Bahasa Jerman di SMUK Syuradikara Ende, maka Pimpinan Provinsi SVD Ende setelah melakukan pendekatan dengan Pimpinan Gereja Lokal melalui surat tanggal 15 November 1997 No. 1080/PE-2/LAR-2/1997, memindahkan Pater Peter dari Paroki Tanah Boleng Keuskupan Larantuka ke Ende dan tinggal di Biara St. Mikhael, Ende terhitung sejak bulan Desember 1997. Sejak kepindahan tersebut, Pater Peter menjalankan tugas pokok sebagai pengajar pada SMUK Syuradikara bidang studi Bahasa Jerman. Walau ia sudah berpindah dan menekuni tugas baru sebagai guru, Pater Peter tetap setia menjalankan kewajibannya sebagai Wakil Rektor Wilayah Larantuka sampai masa jabatan tugas itu berakhir pada tahun 1999. Setelah ia dibebaskan dari tugas sebagai Wakil Rektor Wilayah Larantuka melalui Keputusan Provinsial SVD Ende No. 0893/PE-5/IDE-4/1999 pada tahun yang sama, Pater Peter dipercayakan oleh anggota komunitas Biara St. Mikhael Ende sebagai Dewan Rumah Komunitas St. Mikhael dengan jabatan Admonitor. Tugas baru ini dikukuhkan melalui SK Provinsial No. 0898/PE-5/IDE-4/1999 untuk masa bhakti 1999-2001. Setelah masa jabatan berakhir, pada tahun 2002, ia kembali dipilih sebagai Admonitor Komunitas Biara St. Mikhael untuk masa bhakti 2002-2005 dan selanjutnya menjadi Konsultor I Komunitas Biara St. Mikhael masa bhakti 2005-2008.
 
Sejak kepindahannya ke SMUK Syuradikara dan tinggal di Biara St. Mikhael Ende, Pater Peter mendedikasikan seluruh diri demi kemajuan para siswa/siswi dalam mempelajari bidang studi Bahasa Jerman yang ia ajar. Ia juga selalu bersikap terbuka dengan menyediakan waktu pribadi apabila ada di antara para siswa/siswi yang membutuhkan bantuannya untuk belajar Bahasa Jerman di luar jam regular mengajar. Namun, ketekunannya dalam pendampingan para siswa/siswi tidak membuat ia kehilangan kreatifitas. Di kamar pribadi, Pater Peter memiliki banyak koleksi karya tangan seperti pesawat udara dan mobil kertas yang dibuat pada waktu-waktu senggang. Seluruh kesibukannya ini, membuat Pater Peter kurang peduli akan kondisi kesehatannya. Sejak kedatangannya ke Indonesia pada tahun 1977 sampai dengan tahun 2003, Pater Peter jarang melakukan general check up hingga pada salah satu kesempatan di tahun 2003, ketika ia sedang mengajar di ruangan kelas, secara tiba-tiba Pater Peter terjatuh yang mengakibatkan luka serius pada dahi dan patah tulang lengan bagian kiri. Karena kejadian ini, ia kemudian dirujuk ke RS RKZ Surabaya untuk menjalani operasi pada bagian lengan kiri dan penyembuhan luka pada dahi. Namun setelah ia dirawat dan diizinkan kembali ke Ende, sejak saat itu, kondisi kesehatan Pater Peter mulai tidak stabil. Pada tahun 2004, 2005, 2006 dan 2007, di setiap kali liburan sekolah, Pater Peter selalu bolak balik RS di Jawa untuk pengobatan lanjutan, entah itu pengobatan pada lengan kiri yang pernah patah maupun pengobatan untuk luka-luka baru pada bagian kaki. Karena tak kunjung sembuh, pihak RS mengajurkan supaya Pater Peter melakukan upaya medis yang lebih baik di salah satu RS terbaik di Austria. Mempertimbangkan kondisi kesehatan Pater Peter, serta harapan agar ia sembuh, maka Pimpinan Provinsi SVD Ende mengizinkan Pater Peter melakukan pengobatan lanjut di salah satu RS di Austria. Pengobatan di Austria berlangsung selama kurang lebih 7 bulan. Sesudah 7 bulan dirawat, kondisi kesehatan Pater Peter memang berangsur baik. Ia diizinkan kembali ke Indonesia dan selanjutnya dapat kembali menjalankan tugas sebagai guru. Karena kepeduliannya terhadap tugas-tugasnya sebagai guru, maka pada tahun 2009, Pater Peter mengajukan permohonan yang disetujui oleh Pimpinan Provinsi SVD Ende untuk menjalani tahun sabat di Austria sambil mengambil kursus untuk menjadi guru Bahasa Jerman yang diselenggarakan oleh Goethe-Intitute Munich selama 7 bulan.
 
Pada tahun 2010, setelah mempertimbangkan usia Pater Peter yang sudah memasuki masa pensiun serta kondisi kesehatan Pater Peter, maka Pimpinan Yayasan St. Paulus Ende,  memberhentikan dengan hormat Pater Peter sebagai Guru Tetap pada SMUK Syuradikara Ende melalui  SK No. 160/Ysp/P.14/Syr/F.2/2010 tentang Pensiun Guru. Namun, setahun sesudahnya, ia diangkat kembali sebagai Guru Kontrak dengan SK Yayasan St. Paulus No. 003/Ysp/P.6/Syr/F.2/2011 tentang pengangkatan Guru Kontrak.
 
Tahun 2011, Pater Peter kembali melakukan pemeriksaan kesehatan di RS St. Karolus Jakarta. Luka pada kaki yang sebelumnya sudah sembuh kembali kambuh. Sebelum keberangkatannya ke Jakarta, pengobatan luka-luka tersebut pernah ditangani oleh Sr. Bonifortis, SSpS melalui program e-life. Namun, usaha alternative ini tidak membuahkan hasil. Sebaliknya, setelah dirawat di RS St. Karolus Jakarta, luka kaki Pater Peter berangsur membaik. Ia kemudian diizinkan kembali ke Ende dan dapat menjalankan tugas sebagai pengajar di luar jam pelajaran regular. Walau sudah berada di Ende dan kembali mengajar, Pater Peter seringkali mengeluh mengenai luka pada kaki yang ternyata masih terus berair dan sulit mengering. Karena itu pada tahun 2013, ia kembali dirujuk ke RS St. Karolus Jakarta. Pengobatan saat itu rupayanya tidak membuahkan hasil yang stagnan karena satu tahun sesudahnya, tepatnya pada bulan Maret 2014, Pater Ekonom Biara St. Mikhael Ende mengajurkan kepada Pimpinan Rumah dan Provinsi supaya Pater Peter kembali dirujuk karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Atas anjuran tersebut, maka pada bulan yang sama tahun 2014, Pater Peter diantar ke Jakarta untuk menjalani perawatan lanjutan di RS St. Karolus Jakarta. Pater Peter menjalani perawatan hingga bulan Juni 2015.
 
Ketika sedang dirawat di RS. St. Karolus, Pater Provinsial SVD Ende (P. Leo Kleden, SVD), menyampatkan diri untuk mengunjungi almarhum di RS. Sebuah kunjungan yang menguatkan dan meneguhkan. Pada kesempatan itu, almarhum mengungkapkan bahwa ia cukup sering dan lama berada di RS. Ia menyatakan rasa terima kasih kepada Serikat Sabda Allah yang sangat memperhatikan dan peduli dengan keadaannya. Selain itu, Pater Peter juga mengutarakan niat untuk berlibur ke kampung halaman sesudah ia sembuh. Ia sempat mengatakan kepada Pater Provinsial bahwa rencana cuti terakhir akan dibuat pada bulan Agustus 2016. Karena itu, setelah ia dinyatakan sehat dan boleh kembali ke Ende pada bulan Juni 2015, ia pun mulai mempersiapkan diri untuk cuti terakhir! Namun, pada bulan Maret 2016, kondisi kesehatan P. Peter justru berubah drastis. Luka pada kaki semakin memburuk. Agar cepat tertangani maka Pimpinan Provinsi SVD Ende, pada bulan yang sama, merujuk Pater Peter untuk kembali dirawat ke RS St. Karolus Jakarta. Namun, perjalanan ini adalah perjalanan terakhir. Setelah dirawat selama kurang lebih 2 bulan, tepatnya pada tanggal 2 Mei 2016, Pater Peter menghembuskan nafas terkahir dalam usia 66 tahun 5 bulan di RS St. Karolus Jakarta pada Pkl 00.30 WIB. Ia sesungguhnya bercuti dalam keabadian!
 
 
Selamat jalan Pater Petu Hills.
Doakan kami.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us