Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

HIDUP BERKAUL MELAWAN ARUS ZAMAN

August 29, 2016

 

Menjalani hidup berkaul di tengah realitas dunia yang diwarnai pelbagai ketimpangan adalah sebuah pilihan melawan arus zaman. Di Eropa dalam puluhan tahun terakhir tidak ada lagi orang-orang yang memilih hidup membiara oleh karena mengikuti arus zaman yang cenderung ke arah mengutamakan hal-hal duniawi. Wakil Provinsial SVD Ende, Pater Lukas Jua SVD mengatakan ini dalam khotbahnya saat perayaan ekaristi pengikraran kaul kekal empat bruder SVD di Biara Santo Konradus (BSK), Jalan Wirajaya Ende, Senin (15/8) sore. Empat bruder dimaksud, antara lain Bruder Kandidus Sasi SVD, Bruder Damianus Mau SVD, Bruder Fransiskus Talan SVD dan Bruder Yohanes Taek Nahak SVD.

Dalam perayaan yang bertema “Bagi Allah Tidak Ada yang Mustahil” (Luk 1:37) tersebut, Pater Lukas didampingi Vikep Ende Romo Adolf Keo dan belasan imam konselebran. Hadir orang tua dan keluarga dari empat pestawan, serta biarawan-biarawati dari pelbagai kongregasi dan ratusan umat Kota Ende dan sekitarnya termasuk para santri dari Pondok Pesantren Wali Sanga Ende. Menurut Pater Lukas, Gereja dan khususnya keluarga besar SVD patut bersukacita dan berbangga karena empat bruder tersebut berani menyatakan diri untuk menjalani hidup khusus dengan mengikrarkan kaul-kaul suci untuk selama-lamanya.

Pilihan hidup berkaul memang diperjuangkan dengan kehendak bebas para bruder, tapi yang menguatkan para bruder untuk memilih adalah berkat penyertaan Tuhan. “Tuhanlah yang terlibat ketika pada mata dunia para bruder mungkin tidak dianggap layak dan kadang hidup dalam keadaan sulit, tapi Tuhan membuat apa yang tidak layak dan sulit itu menjadi mungkin. Hal ini jugalah yang dialami oleh Maria dan Elisabet dalam cerita-cerita Kitab Suci serta yang pernah terjadi dalam sejarah keselamatan dan sejarah Gereja masa lalu,” ujar Dosen Kitab Suci STFK Ledalero Maumere tersebut.

Orang Tua Iklas

Bruder Kandidus yang biasa disapa Bruder Kansas, dalam kata sambutan mewakili teman-temannya, mengatakan bahwa moto “Bagi Allah Tidak Ada yang Mustahil” merupakan penggabungan dari variasi pengalaman pribadi mereka. Mereka merasa memiliki kepercayaan diri yang tinggi sekalipun seringkali orang-orang di sekitarnya menganggap mereka mungkin kurang layak. “Di mata Allah, kami layak, dan semuanya menjadi mungkin,” katanya dalam perayaan yang dimeriahkan kru paduan suara Spiritu Santo.

Pada kesempatan itu, Bruder Kansas mendekati orang tuanya dan orangtua teman-temannya untuk menanyakan keiklasan orang tua mendukung dan menyerahkan putra-putra mereka. Para orang tua menyatakan iklas, bahkan iklas dikuburkan di mana saja apabila meninggal di tempat misi. Cara Bruder Kansas membawakan kata sambutan ini mengundang kegembiraan, gelak tawa dan tepuk tangan umat karena umat dengan jelas mengetahui tekad para bruder dalam menjawabi panggilan Tuhan, dan keiklasan orang tua.

Pater Lukas juga memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga dari empat bruder tersebut atas kerelaan menyerahkan putra-putranya ke dalam SVD. Pada kesempatan itu, Pater Lukas juga membacakan tempat perutusan empat bruder berkaul kekal tersebut. Bruder Kandidus Sasi SVD diutus ke Provinsi SVD Jawa, Bruder Damianus Mau SVD diutus ke Provinsi SVD Timor, Bruder Fransiskus Talan SVD diutus ke Provinsi SVD Ruteng dan Bruder Yohanes Nahak Taek SVD diutus ke Provinsi SVD Ende.***

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us