Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

MENGENANG P. PETRUS PAYONG REKO, SVD

January 20, 2017

Lahir: Boto, 9 April 1957
Meninggal: RS Maumere, 18 Desember 2016

 

 

 

Setelah beberapa hari dalam keadaan tidak sadar dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Maumere, pada hari Minggu tgl. 18 Desember 2016 sekitar jam 02.30 pagi P. Petrus Payong Reko, SVD dinyatakan meninggal dunia. Ia akhirnya dibebaskan dari penderitaan jasmaniah akibat penyakit gula yang sudah lama dideritanya.
 
P. Petrus Payong Reko, atau di kalangan keluarga dan sahabat kenalannya lebih dikenal dengan nama panggilan, P. Pieter, adalah anak dari Fransiskus Ola Ebang dan Yuliana Keban. Ia dilahirkan pada tgl. 9 April 1957, di Boto, Lembata sebagai anak pertama dari 6 bersaudara.  
 
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDK Boto pada akhir tahun 1969, pada awal tahun 1970 P. Pieter masuk   SMP St. Pius Lewoleba, yang ia selesaikan pada akhr tahun 1972. I a kemudian masuk Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, dan menyelesaikan pendidikan SMA-nya pada akhir tahun 1976.
 
Karena berniat menjadi misionaris, P. Pieter  melamar masuk SVD, dan diterima untuk menjalani masa Novisiat selama dua tahun di Novisiat Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero dari awal tahun 1977 sampai akhir tahun 1978. Pada tgl. 8 Januari 1979 ia mengikrarkan kaul-kaulnya untuk pertama kali dalam Serikat Sabda Allah. Studi Filsafat yang sudah dimulai pada awal tahun kedua masa novisiat tahun 1978, ia selesaikan pada akhir tahun 1981. Ia kemudian ditetapkan untuk menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama dua tahun di Paroki St. Yosef, Naikoten, Kupang dari awal tahun 1982 sampai akhir tahun 1983.
 
Pada awal tahun 1984 P. Pieter kembali ke Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero untuk memulai studi Theologi. Menjelang akhir masa pendidikan dan pembinaannya sebagai calon imam SVD ia mengajukan permohonan untuk mengikrarkan kaul kekal dan ditahbiskan menjadi imam. Pater Superior Jenderal dan Dewannya di Roma menerima lamarannya, dan pada tgl. 1 Agustus 1984 ia bersama teman-temannya yang lain mengikrarkan kaul-kaulnya untuk kekal dalam Serikat Sabda Allah. Dua bulan kemudian, pada tgl. 28 Oktober 1984, ia menerima tahbisan diaken di Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret. Setelah menjalankan praktek diakonat di Paroki Mangulewa, pada tgl. 1 Juni 1985 ia ditahbiskan menjadi imam di Kiwangona, Adonara.
 
Mendapat penempatan pertama untuk bekerja di Provinsi SVD Philipina Selatan, dalam bulan Oktober 1985 P. Pieter berangkat ke Philipina untuk memulai tugasnya sebagai misionaris SVD. Setelah menjalani masa pengenalan bahasa dan budaya, dalam tahun 1986 ia ditunjuk sebagai Pastor Pembantu Paroki St. Fransiskus Asisi Trento. Satu tahun kemudian, pada tahun 1987, ia diangkat sebagai Pastor Paroki St. Joseph Bunawan. Dalam tahun 1988  ia  berpindah ke Paroki Immaculata Conceptionis Veruela, di mana ia bertugas sampai tahun 1991. Dari tahun 1991 sampai tahun 1995 ia dipercayakan sebagai Pastor Paroki San Isidore Labrador, Loreto,  dan Paroki San Julian La Paz, sekaligus sebagai Rektor Wilayah Agusan. Pada tahun 1995 ia kembali lagi ke Paroki St. Joseph Bunawan, dan bertugas sampai tahun 1999.
 
Pada tahun 1999 P. Pieter terpilih sebagai anggota Dewan Provinsi SVD Philipina Selatan, dan ditunjuk sebagai Formator dan Ekonom pada Divine Word Formation House di Davao City,  di mana kemudian ia menjadi Rektor dari tahun 2000 – 2005. Ia juga terpilih kembali sebagai anggota Dewan Provinsi SVD Philipina Selatan periode 2002 - 2005. Pada akhir  masa jabatannya sebagai Rektor Divine Word Formation House ia ditunjuk sebagai Pastor Paroki San Vincente Ferrer Sabang; ia juga terpilih sebagai Rektor Wilayah Surigao.
 
Setelah lebih dari 20 tahun bekerja di Philipina Selatan, dalam tahun 2007 ia meminta untuk berpindah ke Provinsi SVD Australia. Ia pun kembali ke Indonesia untuk berlibur sambil menunggu visa masuk Australia. Namun perpindahannya ke Australia akhirnya batal, dan ia kembali lagi ke Philipina, di mana mula-mula ia dilibatkan dalam campus ministry di Liceo del Verbo Divino Tacloban, kemudian menjadi Pastor Paroki Sta. Maria Trento.
 
Dalam tahun 2010 P. Pieter mendapat kesempatan kembali ke Indonesia untuk berlibur dan merayakan peringatan 25 tahun imamatnya bersama keluarga dan sahabat kenalannya. Ketika sedang berlibur penyakit gulanya kambuh, yang menyebabkannya mesti menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit di Kupang dan Maumere. Karena  penyakit gulanya semakin parah P. Pieter dinasehatkan agar sebaiknya  tidak kembali ke Philipina. Karena itu P. Superior Jenderal lewat suratnya tgl. 17 Desember 2010  memindahkan P. Pieter dari Provinsi SVD Philipina Selatan kembali ke Provinsi SVD Ende.
 
Mempertimbangkan kondisinya dan kemungkinan mendapat perhatian dan perawatan yang lebih baik atas kesehatannya, P. Provinsial SVD Ende lewat surat tgl. 14 Maret 2011 memutuskan menempatkan P. Pieter di Biara Simeon, di mana  ia tinggal sampai Tuhan memanggilnya pada jam 02.30 pagi, hari Minggu, tgl. 18 Desember 2016. P. Pieter, Selamat Jalan dan doakan kami semua yang masih dalam perjalanan menuju Rumah Bapa.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us