Provinsi SVD Ende

2018 Provinsialat SVD Ende, NTT, Indonesia

(C)copyright 2018 By CH95 Web Design

December 27, 2017

August 3, 2017

Please reload

Recent Posts

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Featured Posts

MENGENANG P. HENRIKUS DORI WUWUR, SVD

February 8, 2017

Bakan, 21 September 1946
RS St. Gabriel Kewapante, 3 Pebruari 2017

 

 

 

Di pagi hari menjelang jam 06.00 hari Jumat tgl. 3 Pebruari 2017 ketika orang memulai kegiatan di hari yang baru, P. Henrikus Dori Wuwur, SVD dengan tenang menyambut ajal yang  datang menjemputnya. Ia  mengakhiri perjalanan hidupnya di usianya yang ke-70 tahun, 4 bulan, 13 hari.
 
P. Hendrik Dori Wuwur, anak dari Bapa Stefanus Setal Lusi dan Mama Ana Lou, dilahirkan di Bakan pada tgl. 21 September 1946 sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara, 4 putera dan 3 puteri.  Ketika memasuki usia 7 tahun  pada tahun 1953 ia memulai pendidikan dasarnya di  SRK Bakan yang ia selesaikan pada tahun 1959. Bersama teman kelasnya, P. Frans Tena, ia masuk Seminari Menengah San Dominggo Hokeng   di mana ia menamatkan pendidikan SMP  pada tahun 1962, dan pendidikan SMA pada tahun 1966.
 
Berkeinginan menjadi imam biarawan dan misionaris, P. Hendrik melamar masuk SVD, dan diterima untuk menjalani masa novisiatnya di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero  dari tahun 1966 sampai tahun 1968.  Pada tgl. 8 Januari 1968 ia mengikrarkan kaul-kaulnya untuk pertama kali dalam SVD. Langsung sesudah itu ia mulai studi Filsafat yang  ia selesaikan pada tahun 1970. Ia kemudian ditetapkan untuk menjalankan Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Kristus Raja Kupang selama dua tahun, dari tahun 1970 sampai 1972. Pada akhir masa TOPnya dalam bulan Desember 1972 P. Hendrik kembali ke Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero untuk memulai studi Theologi.
 
Setelah menyelesaikan semua program studi yang perlu, pada tgl. 8 Januari 1976 P. Hendrik mengikrarkan kaul-kaulnya untuk kekal dalam Serikat Sabda Allah di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, lalu menyusul tahbisan diaken pada tgl. 3 Maret 1976 juga di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero oleh Mgr. Donatus Djagom, Uskup Agung Ende. Akhirnya pada tgl. 8 Juli 1976 bertempat di Bakan, disaksikan oleh anggota anggota keluarga dan umat, P. Hendrik bersama P. Frans Tena, teman kelasnya sejak dari SRK Bakan, ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Vitalis Jebarus, Uskup Ruteng.
 
Mendapat penempatan pertama untuk Regio SVD Bali-Lombok, sesudah ditahbiskan menjadi imam P. Hendrik pun berangkat ke tempat tugasnya untuk memulai karya pastoralnya. Berdasarkan kesepakatan antara Pater Regional Bali-Lombok dengan Bpk. Uskup Denpasar, P. Hendrik ditunjuk sebagai Pastor Pembantu Paroki Palasari.
 
Karena dalam perencanaan tenaga untuk Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero dan STFK Ledalero namanya juga tercatat sebagai salah satu calon yang perlu disiapkan, maka   Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan Provinsi SVD Ende meminta agar P. Hendrik dipindahkan kembali ke Provinsi SVD Ende untuk disiapkan bagi Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan STFK Ledalero. Karena itu meskipun belum sampai dua tahun bertugas di Paroki Palasari, pada tgl. 15 Juni 1978 Pater Superior Jenderal Henry Heekeren memindahkan  P. Hendrik  dari Provinsi SVD Jawa kembali ke Provinsi SVD Ende. Kemudian dalam surat tgl. 6 Juli 1978 Pater Superior Jenderal menetapkan bahwa P. Hendrik belajar Homiletika, Retorika dan Katekese  pada Universitas Münster, Jerman. Maka pada permulaan Oktober 1978 P. Hendrik pun berangkat ke Jerman untuk belajar bahasa Jerman, dan sesudahnya memulai studinya. Dari tahun 1979 – 1980 ia menekuni bidang Katekese dan Homiletika, kemudian dari tahun 1981 - 1985 ia mendalami Homiletika.
 
Setelah mendapat Lisensiat pada tahun 1985, P. Hendrik kembali ke Provinsi SVD Ende untuk mulai mengabdikan diri di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, dan pada STFK Ledalero. Di samping  bertugas sebagai dosen dan Pembantu II Ketua STFK Ledalero, ia juga menjadi anggota Tim Prefek Frater Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Pada tgl. 20 Juni 1988 ia ditunjuk oleh P. Superior Jenderal menjadi Prefek Koordinator Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
 
Pada tahun 1989, satu tahun menjelang berakhir masa tugasnya  sebagai Prefek Koordinator. P. Hendrik mengajukan permohonan untuk mengambil doktorat dalam bidang Theologi Pastoral - Homiletik. Atas rekomendasi dari Dewan Rumah Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan Dewan Provinsi SVD Ende, Pater Superior Jenderal lewat surat tgl. 26 September 1989  memberikan persetujuan bagi P. Hendrik untuk mengambil program doktorat di Jerman. Karena itu pada akhir September 1990, P. Hendrik kembali lagi ke Jerman untuk memulai studinya.
 
Untuk program doktorat dalam bidang Theologi Pastoral – Homiletik, P. Hendrik sebenarnya berencana kembali ke  Universitas Münster, di mana sebelumnya ia telah mengambil Lisensiat. Namun ketika tiba di Jerman, ia dianjurkan agar sebaiknya ke Universitas Würzburg. Ia pun menghubungi Universitas Würzburg, dan sangat beruntung bahwa ia dapat diterima untuk membuat doktoratnya di sana.  Setelah menyelesaikan dua semester pada Universitas Würzburg, kepadanya disampaikan  bahwa penulisan disertasinya dapat dibuat pada Philosophisch-Theologische Hochschule SVD Sankt Augustin, yang merupakan filial dari Pontificium Athenaeum St. Anselmi de Urbe, Roma.   Ia pun berpindah dari Würzburg ke Sankt Augustin untuk melanjutkan program doktoratnya di bawah bimbingan Prof. Dr. Horst Rzepkowski SVD. Dalam perkembangan, terjadi perubahan program studinya, bukan lagi  Theologi Pastoral – Homiletika, tetapi Missiologi, dengan akibat masa studinya menjadi lebih lama dari waktu yang direncanakan; apalagi   Prof. Dr. Horst Rzepkowski kemudian meninggal dunia sehingga ia harus berganti mentor. Baru pada tgl. 23 Januari 1998 ia dapat mempertahankan disertasinya, dan dengan demikian mengakhiri  studinya. Setelah menuntaskan beberapa urusan yang perlu, ia pun kembali ke Indonesia.
 
Setibanya di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, P. Hendrik pun melanjutkan tugasnya sebagai dosen STFK Ledalero, dan terlibat dalam berbagai kegiatan, entah memberi kuliah homiletika dan retorika pada beberapa sekolah tinggi, menjadi pembicara dalam lokakarya homiletika yang diselenggarakan oleh KWI dalam kerja sama dengan Bimas Katolik, membantu Pusat Pastoral dari beberapa Keuskupan, dan membimbing retret bagi para imam di beberapa Keuskupan, kelompok biarawan-biarawati dan kelompok awam. Dalam pemilihan Pimpinan Rumah Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero periode 1999 – 2002, ia terpilih sebagai Wakil Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero; dari tahun 2003 – 2007 ia menjadi Ketua STFK Ledalero; kemudian dari tahun 2009 s/d 2014 ia menjadi Ketua Badan Pengurus Yayasan Persekolahan Santo Paulus.
 
Di samping mengabdikan diri sebagai dosen dan dalam pelbagai tugas yang lain, P. Hendrik juga merupakan seorang penulis yang produktip. Beberapa buku telah ia tulis dan terbitkan, seperti  Retorika yang mengalami beberapa kali cetak ulang, Titian Hidup, Berkotbah, Sabda Kehidupan, Fatamorgana Kehidupan Kristen, Belajar Efektif, Partnership: Tonggak Kebahagian Suami-Isteri; selain itu ia juga menulis banyak artikel yang dimuat antara lain dalam Dua-Mingguan DIAN, Mingguan Hidup, Pastoralia, dan Umat Baru.
 
P. Hendrik dikenal sebagai seorang pekerja keras yang tekun dan bersungguh-sungguh. Meskipun fisiknya yang sejak dahulu kecil dan kurus, ketika masih dalam usia lebih muda ia termasuk sehat. Ia bisa bepergian dengan sepeda motor, bermain badminton, berjaga sampai jauh malam untuk membaca atau bekerja di   computer. Namun pada akhirnya fisiknya harus mengaku kalah dan tidak lagi dapat mendukung irama hidupnya yang sibuk. Sejak beberapa tahun terakhir ia mengalami gangguan kesehatan, terlebih gangguan pada jantungnya yang mengharuskannya secara rutin memeriksakan kesehatannya di Surabaya.. Setelah menjalani operasi by-pass jantung pada tahun 2015   kondisinya fisiknya terus menurun; ia harus menjalani diet yang ketat, dan mengkonsumsi banyak obat. Perjalanannya ke Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante pada malam  tgl. 2 Pebruari 2017   merupakan perjalanan menuju stasi terakhir di jalan salib hidupnya. Pada hari Jumat pagi   tgl. 3 Pebruari 2017 ia sampai pada titik akhir untuk memasuki Rumah Bapa di Surga, di mana ia hanya mengalami kebahagiaan, dan terbebas dari penderitaan jasmaniah. P. Hendrik, Selamat Jalan, dan doakan kami yang masih di jalan salib hidup kami.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us